Minggu, 17 Agustus 2014

Puisi Tak Tersampaikan



http://38.media.tumblr.com/tumblr_ljryt6aDmg1qe0k16o1_500.jpg 
Dia...
Laki-laki yang kurindukan
Laki-laki yang kuperhatikan
Laki-laki yang kuyakin akan membalas perasaan ini
Laki-laki yang kuyakin mencintaiku
Laki-laki yang kucintai
 
                Apa yang tersisa?
                Apa yang tersisa dari perasaan tak tersampaikan ini?
                Apa yang tersisa dari kata-kata yang tak tersampaikan ini?
                Apa yang tersisa dari kalimat sendu nan indah yang tak tersampikan ini?
                Apa? Tahukah kalian?

Kurangkai kata demi kata...
Yang terangkai dalam kalimat sendu nan indah
Yang terangkai bagaikan rangkaian bunga cantik nan indah
Namun,
Ada kisah tak sampai diantara rangkaian itu
                                   
                                  Kisah yang terangkum dalam kalimat indah
                                  Kisah yang terangkum dalam kalimat sendu
                                  Kisah yang terangkum dalam bait-bait puisi
                                  Kisah yang terangkum indah menciptakan alunan puisi
                                  Kisah yang terangkum dalam bayangan puisi

Pernahkah dia melihatku?
Pernahkah dia membaca puisi yang tak tersampaikan ini?
Pernahkah?
Tidak...
Kisah yang telah dirajut ini...
                    
                    Tidak lain dan tidak bukan,
                    Hanyalah sebuah puisi yang tak tersampaikan

~ VDY ~

Rabu, 13 Agustus 2014

Tugas PPKn - Rangkuman Pengertian HAM, Sejarah HAM di Indonesia, dan Hakikat HAM

A. Pengertian Hak Asasi Manusia (Human Rights)

     Menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999, Hak Asasi Manusia (yang biasanya disingkat menjadi HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.


B. Sejarah Hak Asasi Manudia di Indonesia

     Pemahaman HAM di Indonesia sebagai tatanan nilai, norma, sikap yang hidup di masyarakat, dan acuan bertindak pada dasarnya berlangsung cukup lama. Secara garis besar, Prof. Bagir Manan pada buku Pekembangan Pemikiran dan Pengaturan HAM di Indonesia (2001), membagi perkembangan dan pemikiran HAM di Indonesia dalam dua periode, yaitu periode sebelum kemerdekaan (1908 - 1945) dan periode setelah kemerdekaan (1945 - sekarang).

          1. Periode sebelum kemerdekaan (1908 - 1945)
              a) Budi Oetomo dengan pemikirannya, "Hak kebebasan berserikat dan mengeluarkan 
                  pendapat."
              b) Perhimpunan Indonesia dengan pemikirannya, "Hak untuk menentukan nasib (the right of
                   self determination)."
              c) Sarekat Islam dengan pemikirannya, "Hak penghidupan yang layak dan bebas dari 
                  penindasan dan diskriminasi rasial."
              d) Partai Komunis Indonesia dengan pemikirannya, "Hak sosial dan berkaitan dengan 
                  alat-alat produksi."
              e) Indische Partij dengan oemikirannya, "Hak untuk mendapatkan kemerdekaan serta 
                  mendapatka perlakukan yang sama dan hak kemerdekaan."
              f) Partai Nasional Indonesia dengan pemikirannya yang lebih mengedepankan pada hak 
                  untuk memperoleh kemerdekaan.

          2. Periode setelah kemerdekaan (1945 - sekarang)
              1) Periode 1945 - 1950
                  a) Hak untuk merdeka (self determination).
                  b) Hak untuk kebebasan berserikat melalui organisasi politik yang didirikan.
                  c) Hak untuk menyatakan pendapat terutama di parlemen.
              2) Periode 1950 - 1959
                  Pemikiran HAM dalam periode ini lebih menekankan pada semangat demokrasi liberal 
                  yang berintikan kebebasan individu.
              3) Periode 1959 - 1966
                  Pada periode ini, pemikiran HAM tidak mendapat ruang kebebasan dari pemerintah, yaitu 
                  hak sipil, seperti hak untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pikiran dengan 
                  tulisan.
              4) Periode 1966 - 1998
                  a) Tahun 1967, berusaha melindungi kebebasan antar manusia yang ditandai dengan 
                      adanya hak uji materiil yang diberikan kepada Mahkamah Agung (MA).
                  b) Tahun 1970 - 1980, pemerintah melakukan pemasungan HAM dengan sikap defensive 
                       (bertahan), represif (kekerasan) yang dicerminkan dengan produk hukum yang bersifat 
                       restriktif (membatasi) terhadap HAM.
                  c) Tahun 1990-an, pemikiran HAM tidak lagi hanya bersifat wacana saja melainkan 
                      sudah dibentuk lembaga penegakan HAM.
             5) Periode 1998 - sekarang
                 HAM mendapat perhatian resmi dari pemerintah dengan melakukan amandemen Undang-
                 Undang Dasar 1945 guna menjamin HAM dan menetapkan Undang-Undang Nomor 39
                 Tahun 1999 tentang hak asasi manusia. Artinya, bahwa pemerintah memberi perlindungan 
                 yang signifikan terhadap kebebasan HAM dalam semua aspek, yaitu aspek hak politik, 
                 sosial, ekonomi, budaya, keamanan, hukum, dan pemerintah.


C. Hakikat Hak Asasi Manusia

       1) HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara
           otomatis.
       2) HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, 
           pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.
       3) HAM tidak bisa dilanggar, tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar
           hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM apabila sebuah negara membuat hukum yang
           tidak melindungi atau melanggar HAM.

Sabtu, 02 Agustus 2014

Tugas Liburan Sekolah

Lebaran, Tapi Tak Lebaran


Apa yang kalian lakukan pada saat persiapan lebaran pada hari esok? Apakah kalian melakukan persiapan atau malah pergi keluar untuk membeli pakaian baru yang akan digunakan esok harinya? Apa yang kalian lakukan tepat pada saat malam menjelang lebaran? 

Ah, bagaimana dengan keesokkan harinya? Apa yang kalian lakukan saat lebaran? Tentu saja, melaksanakan sholat Id, kan? Bersama siapa kalian pergi ketika melaksanakan sholat Id? Baiklah, terlalu banyak pertanyaan yang tidak akan kalian sanggup menjawabnya. Tidakkah kalian penasaran dengan kegiatan yang saya lakukan saat lebaran? Sepertinya, tidak. Namun, sebagaimana yang dituliskan, saya akan menceritakan sedikit kegiatan saya mengenai lebaran, tapi tidak lebaran.
 
Hal pertama yang terpikir dari kegiatan lebaran adalah pakaian baru. Seperti halnya orang lain, saya juga membeli pakaian baru yang akan juga dipakai di asrama. Sedikit menyebalkan, menurut saya. Saya menghela nafas ketika memikirkan kemungkinan itu. Saya tidak suka dengan sesuatu yang berlebihan, terutama yang akan saya kenakan saat lebaran. Jadi, saya hanya membeli pakaian kemeja dan kaos yang berkerah. Well, sepertinya saya cukup memiliki sifat laki-laki.

Hal kedua yang terpikir adalah makanan yang tersaji saat lebaran. Well, ini seharusnya menempati posisi pertama untuk hal yang dipikirkan. Tapi, apa guna? Kebanyakan orang memikirkan pakaian yang akan digunakan. Ketupat dan buras ditemani dengan opor ayam? Entah kenapa, saya yakin di setiap rumah yang merayakan lebaran pastilah ada tiga komponen makanan ini.
 
Tapi, berbeda dengan rumah saya. Lebaran dua tahun lalu, Ibu saya membuat bebek goreng sambel hijau. Tidakkah itu enak walaupun ada rasa pedas? Lebaran satu tahun lalu, Ibu saya membuat udang rica-rica. Pedas, tapi nikmat untuk dimakan. Bahkan, tante saya sampai menyukai bumbunya. Lebaran tahun ini, tidak ada yang dilakukan. Well, walaupun Ibu saya tetap memasak, tapi untuk dimakan sendiri.

Karena itulah, saya memberi judul cerita ini adalah lebaran, tapi tidak lebaran. Ah, menyedihkannya. Bagaimana perasaan Anda ketika hari dimana Anda seharusnya menghabiskan waktu bersama keluarga malah menjadi hari dimana menunggu Ibu pulang kerja? Well, cukup menyedihkan. Namun, sebagaimana orang lain. Ibu saya memiliki tanggung jawab.

Lebaran pertama Ibu ada di rumah. Lebaran kedua Ibu ada di kantor. Lebaran ketiga Ibu ada di rumah. Namun, hari keempat dan seterusnya hingga hari Minggu dimana saya akan kembali ke asrama Ibu bekerja. Sebenarnya, saya cukup sedih. Namun, apa daya Ibu saya bekerja untuk mendapatkan uang yang dimana suatu hari akan dipakai untuk keperluan masa depan, bukan? Apa hak saya melarang Ibu saya bekerja? Itu adalah tanggung jawabnya.

Bahkan ketika saya menghabiskan masa liburan satu bulan saya, Ibu selalu pulang malam. Kegiatan saya di rumah pun, hanya sekedar menunggu waktu berbuka puasa dan mengurusi adik saya. Jadi, sebenarnya apa yang menganggu saya? Apa kalian menyadarinya? Menyadari apa yang menganggu saya? Tidakkah kalian menyadarinya?

            Saya merindukan Ibu saya.
            Sebagai anak, saya merindukan dan mencintai Ibu saya.

Yap, hanya ini yang mampu saya cerita dari hasil liburan saya. Salam.

Senin, 23 Juni 2014

Change of Seasons as Walking Life I - Spring

Percayakah diri Anda ketika musim datang silih berganti seperti kehidupan yang terus berjalan tanpa kehadiran orang terkasih? Percayakah diri Anda ketika salah satu musim membuat hati Anda bermekaran? Percayakah diri Anda ketika salah satu musim membuat hati Anda menghangat? Percayakah diri Anda ketika salah satu musim membuat guguran-guguran tak kasat mata? Dan percayakah diri Anda ketika salah satu musim membuat hati Anda merasakan sakit dan dingin secara bersamaan? Percayakah?

Musim semi. Apa yang akan Anda pikirkan tentang musim ini?

Musim ini begitu banyak yang menyukai kehadiran musim satu ini. Ketika semua bunga-bunga dan daun-daun bermekaran. Ketika semerbak harum bunga-bunga yang mengubarkan keharumannya yang menggoda para lebah yang berterbangan. Ketika pohon-pohon yang tak memiliki daun karena kedinginan, akhirnya berdaun. Ketika rasa di hati turut dalam meramaikan bunga-bunga yang bermekaran.

Apa yang Anda pikirkan?
Perasaan cintakah? Perasaan saling mengasihikah? Ataukah perasaan sakit?

Tahukah Anda bahwa begitu banyak dibelahan bumi sana, ada yang mengalami rasa sakit walaupun musim semi telah datang? Tahukah Anda di setiap musim semi datang ada yang merasa kehilangan? Tahukah Anda? Tahukah musim semi bahwa ia datang di saat yang tidak tepat? Tahukah musim semi bahwa di belahan bumi sana, ada yang menderita? Tidak, musim semi tidak akan mengetahuinya. Karena ia mengalami pergantian yang sudah memiliki waktu ia akan datang. Ia, musim semi telah ditakdirkan pada saat seharusnya ia datang.

Karena musim semi hanya berjalan seperti kehidupan yang berjalan.

Minggu, 22 Juni 2014

Tugas Sekolah sebelum Pembagian KHS


Sang Pelindung Bumi

Tahukah kalian apa yang mencegah sinar ultraviolet Matahari tidak secara langsung menuju bumi? Tahukah kalian bawah lapisan yang mencegah sinar ultraviolet ini mulai menipis? Tahukah kalian apa yang menyebabkan lapisan yang mencegah atau bisa disebut melindugi bumi ini mulai menipis? Tahukah kalian penyebab lapisan ini mulai menipis? Apa akibat dari menipisnya lapisan ozon ini? Pertanyaan yang terpenting adalah apakah manusia menyadari jika lapisan itu mulai menipis?

Ozon adalah gas yang dianggap beracun yang berada atau bertumpu di bawah lapisan stratosfer di atas permukaan bumi. Ozon terdiri dari tiga molekul oksigen dan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Ozon dihasilkan dengan berbagai persenyawaan kimia, tetapi mekanisme utama penghasilan dan perpidahan atmosfer adalah penyerapan tenaga surya ultraviolet (UV) dari matahari. Penyerapan cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi akan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian sekitar 50 kilometer. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahu yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon relatif stabil.

Pada tahun 2011, ditemukan sebuah kasus yang mengatakan bahwa lapisan ozon ini mulai menipis pada daerah Kutub Selatan. Kerusakan lapisan ozon di Kutub Selatan mencapai luas sekitar 27 juta kilometer persegi. Luas tersebut lebih besar dibandingkan Amerika Utara yang luasnya sekitar 25 juta kilometer persegi. Penipisan lapisan ozon ini disebut lubang ozon. Lubang ozon tersebut menipis dengan konsentrasi lebih rendah dari 220 DU. Padahal berdasarkan pengamatan ozon di Kutub Selatan tidak pernah lebih rendah dari 220 DU sejak 1979.

Namun, kasus penipisan lapisan ozon tidak hanya berada di daerah Kutub Selatan. Bahkan berdasarkan data total ozon hasil pengukuran satelit Nimbus pada Juni 2009, ada kecenderungan penurunan konsentrasi ozon total di Indonesia sebesar 0,29 DU/tahun. Bahan-bahan kimia perusak lapisan ozon ini terutama berasal dari jenis Chlorofluorocarbons (CFC) yang digunakan dalam berbagai produk proses seperti lemari es, pendingin udara, dan proses pembuatan busa lembut sebagai cairan pembersih. Bahan perusak lapisan ozon banyak juga digunakan dalam industri alat pemadam kebakaran dan Metil Bromida yang dipakai untuk bahan pestisida.

Indonesia melakukan berbagai macam pencegahan antara lain menghentikan konsumsi BPO (Bahan Perusak Ozon) jenis Chlorofluorocarbon (CFC), Metil Bromida, Halon, Carbon Tetra Chloride (CTC) dan methylchloroform (TCA). Usaha ini dilakukan semenjak Desember 2007 melalui penetapan regulasi dan kebijakan nasional, melakukan pengawasan impor BPO, kerjasama antara instansi pemerintah, dunia usaha dan Perguruan Tinggi serta melakukan sosialisasi dan upaya peningkatan kapasitas dari semua pihak.

Pencegahan lain yang dilakukan Indonesia adalah melaksanakan HCFC Phase-out Management Plan (HPMP) atau Penghapusan Konsumsi CFC. Upaya penghapusan CFC ini diimplentasikan secara bertahap mulai tahun 2013 sebagai masa pembekuan komsumsi.

Penipisan lapisan ozon banyak menimbulkan kasus dalam kehidupan manusia padahal penipisan lapisan ozon juga disebabkan oleh manusia sendiri. Salah satu penyebabnya adalah CFC. Kasus yang ditimbulkan pada penipisan lapisan ozon adalah banyak volume kendaraan yang mengeluarkan gas karbon monoksida sangat berakibat negatif pada lapisan ozon, pengundulan hutan secara besar-besaran yang berakibat buruk pada kualitas udara di bumi, penerimaan sinar ultra violet pada tanaman dapat memusnahkan hasil tanaman utama dunia, radiasi penuh ini juga dapat mematikan anak-anak ikan, kepiting dan udang di lautan, serta mengurangi jumlah plankton yang menjadi salah satu sumber makanan kebanyakan hewan-hewan laut, kerusakan lapisan ozon juga memiliki pengaruh langsung pada pemanasan bumi yang sering disebut sebagai "efek rumah kaca" serta asap yang dihasilkan oleh pabrik juga amat sangat berpengaruh dalam memperparah kerusakan lapisan ozon.

Akibat dari penipisan lapisan ozon dapat kita rasakan sekarang. Meningkatnya penyakit kanker kulit dan katarak pada manusia, merusak tanaman pangan tertentu, mempengaruhi plankton yang akan berakibat pada rantai makanan di laut, dan meningkatnya karbondioksida (lihat pemanasan global) akibat berkurangnya tanaman dan plankton. Sebaliknya, terlalu banyak ozon di bagian bawah atmosfer membantu terjadinya kabut campur asap, yang berkaitan dengan iritasi saluran pernapasan dan penyakit pernapasan akut bagi mereka yang menderita masalah kardiopulmoner.

Lubang ozon di Antartika disebabkan oleh penipisan lapisan ozon antara ketinggian tertentu seluruh Antartika pada musim semi. Pembentukan ‘lubang’ tersebut terjadi setiap bulan September dan pulih ke keadaan normal pada lewat musin semi atau awal musim panas. Dalam bulan Oktober 1987, 1989, 1990 dan 1991, lubang ozon yang luas telah dilacak di seluruh Antartika dengan kenaikan 60% pengurangan ozon berbanding dengan permukaan lubang pra-ozon. Pada bulan Oktober 1991, permukaan terendah atmosfer ozon yang pernah dicatat telah terjadi di seluruh Antartika.

Sudah banyak pencegahan yang dilakukan oleh berbagai belahan bumi untuk mengurangi penipisan lapisan ozon. Salah satunya adalah mengurangi penggunaan CFC. Juga ada berbagai macam cara mengurangi penipisan lapisan ozon di bumi antara lain kegiatan ramah ozon (ozone friendly) harus dilaksanakan dan disosialisasikan untuk mengubah secara bertahap perilaku manusianya. Upaya ini harus selalu menerapkan prinsip 4R (reduce, reuse, recycle, replace/replant).

Solusi yang baik salah satunya adalah diperlukan desain arsitektur yang dapat mendesain bangunan lebih baik sehingga udara segar dapat masuk dengan leluasa ke dalam ruangan kantor atau kamar tidur sehingga keperluan AC bisa dikurangi. Sesuaikan kapasitas AC dengan luas ruangan sehingga lebih efektif.

Jadi, lindungilah bumi kita tercinta ini. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Hasil yang baik dan dapat dilakukan sekarang untuk masa dimana generasi muda yang memimpin. Jika tidak mungkin saja bumi akan sakit.

Minggu, 01 Juni 2014

Menjelang US 2 di Asrama Kampus Melati

Apa yang kalian lakukan apabila kalian akan mengikuti ujian walaupun itu bukan Ujian Nasional? Apa yang akan kalian lakukan? Serius belajar? Belajar setengah-setengah? Ataukah belajar dengan/sambil bermain? Apa yang kalian lakukan?

Tanggal 1 Juni 2014, di ruang makan lama Astri 1, cukup banyak yang sedang belajar bersama. Kalian tahu apa yang sedang dipelajari? Pelajaran yang cukup sulit diikuti namun sangat menyenangkan untukku adalah matematika.

Di kurikulum 2013 ini, matematika (pelajaran yang paling menyusahkan bagi sebagian anak-anak) ini dibagi menjadi dua yaitu, matematika wajib/dasar dan matematikan lintas minat. Keren, kan?

Setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda. Setiap manusia memiliki bakat dan logika yang berbeda. Bagaimanakah manusia bisa mempelajari sebuah pelajaran dengan baik apabila ia memiliki kemampuan, bakat dan logika yang berbeda? Bagaimana seorang manusia yang berumur 15 - 16 tahun dapat menyesuaikannya?

Ujian kali ini adalah ujian yang akan menentukan kami naik kelas atau tidak. Sebenarnya mungkin saja tetap naik kelas tapi, nilai yang tidak tuntas biasa wajib diurus bersama guru setiap pelajarnya. Namun, terkadang ada saja beberapa guru yang tidak memberikan remedial tapi, memberikan pegangan sebagai nilai berupa tugas tambahan atau mengumpulkan tugas-tugas yang memang belum dikumpulkan oleh kami.

Kondisi di dalam asrama juga sama. Mungkin ada yang belajar sungguh-sungguh, belajar main laptop (seperti saya), belajar sambil/dengan bermain, belajar sambil makan, belajar sambil tiduran yang mungkin bakal menjadi tidur benaran, atau mungkin sudah ada yang istirahat atau tidur.

Ya, inilah kegiatan asmara putri 1 Kampus Melati yang sedang mengalami stress awal menjelang US 2.

Selasa, 27 Mei 2014

Sakit dan Rusaknya Hati

Ia adalah seorang lelaki yang merusak hidupku. Ia adalah seorang lelaki yang menakutiku. Ia adalah seorang lelaki yang mengacaukan isi kepalaku. Ia adalah seorang lelaki yang membuatku terpuruk dan sakit saat bersamaan. Ia adalah seorang lelaki yang  membuatku menghindari matanya ketika mata kam bertemu. Ia adalah seorang lelaki yang sudah memiliki seorang perempuan yang ia kasihi.

Aku telah jatuh cinta pada orang salah. Sekali lagi, dengan berani dan berandai aku menyakiti hati ini. Jatuh cintaku kali ini mengingatku pada kisah cinta bertepuk sebelah tangan selama tujuh tahun. Sakit? Ya. Rasa sakit ditolak tanpa mengungkapkan perasaan membuat hati ini sudah rusak. Hati ini sudah rusak. Hati ini memang telah lama rusak. Akankah hati ini membusuk? Akankah ada yang akan mengobatinya? Akankah ada yang menjaga dan merawat hati ini?

Ugh, ketika mengetik ini aku merasakan bahwa hati ini sedang menangis. Menangis dengan tetes demi tetes darah yang jatuh. Menangis dengan berdetak rasa mencintai dan ingin dicintai. Menangis dengan tiap detakan yang seakan mengatakan aku menyukaimu. Menangis dengan semua khayalan yang hanya sebuah ilusi. Menangis. Aku tertawa. Ilusi? Aku menangisi sebuah ilusi.

Oh, hati ini teremas dengan kuat. Seakan ada cakar elang raksasa yang menggenggamnya. Terkadang aku terpikir bagaimana rasanya hidup dengan satu detakan terakhir. Sanggupkah aku meninggalkan orangtua yang telah merawat dan menjagaku selama ini? Sanggupkah aku meninggalkan sebuah kenangan menyedihkan yang membekas di hati? Ada berbagi macam pertanyaan yang muncul dalam diriku.

Apa ada yang peduli denganku?
Apa ada yang merasa kehilangan jikalau aku pergi meninggalkan dunia ini?
Apa ada yang menangisiku?

Ah, dasar aku ini. Aku adalah makhluk hidup bernafas yang menyedihkan. Aku adalah makhluk hidup yang tak pantas dikasihani. Pantaskah aku hidup ketika ada orang lain yang menderita? Pantaskah aku menginjak kakiku di tanah Allah?

Ah, ah... Kembali pada rusaknya hati ini.

28 Mei 2014 ini, aku merasakan sakit. Sakit yang mendera kepalaku. Sakit yang mendera jantungku. Sakit yang medera pernapasanku. Sakit ini menyiksa organ tubuhku. Sakit ini membuat air mataku dengan perlahan jatuh mengaliri pipiku. Membasahi kertas putih yang ada di hadapanku.

Di luarpun hujan menangisiku. Menangisiku yang sedang menangis. Menyedihkan sekali makhluk hidup ini.

Semoga semua yang telah kulakukan di dunia ini, dihargai oleh orang yang memang berhak dan memiliki hak untuk menghargai yang telah kulakukan.

Terima kasih, Ya ALLAH. Terima kasih karena sudah memberikan roh, jodoh, dan takdir dalam hidupku. Terima kasih karena sudah meniupkan, menemaniku, dan menjagaku selama aku berada di dalam ruang gelap di bagian tubuh IBUku.

Keegoisan dan Kesempurnaan Seorang Individu

Individu memang bukan segalanya. Ada saatnya seorang yang individu memerlukan seorang teman. Memerlukan kelompok. Memerlukan kebersamaan. Memerlukan kekompakan. Dan yang lemah dari seorang individu adalah ia juga memerlukan kesempurnaan dalam teman, kelompok, kebersamaan, dan kekompakan. Kesempurnaan itu yang menghancurkan persahabatan.

Seorang individu adalah satu insan yang menganggap bahwa ia tidak membutuhkan orang lain. Ia selalu mengerjakan semuanya sendiri. Seorang individu bisa hilang kesempurnaan apabila ia memiliki orang terkasih dan terpercaya. Tapi, benarkah pendapatku ini? Benarkah pendapat seorang siswi SMA yang baru saja berumur 16 tahun yang bahkan tidak sepenuhnya mengetahui kesusahan dan kesakitannya hidup?

Aku hanya seorang individu yang menginginkan kesempurnaan, tapi aku tidak sempurna. Aku hanya seorang individu yang menginginkan seorang teman, bukan sahabat, yang bisa dipercaya dan dikasihi. Aku hanya seorang individu yang menangisi kesempurnaan dan keegoisanku temanku. Aku masih remaja yang menangisi keegoisan temanku. Aku mengasihimu yang menginginkan kesempurnaan dalam tugas yang sedang kita kerjakan.

Tetes demi tetes kulakukan selama dua kali untukmu. Tetes demi tetes kudengar kata-katamu yang menyakiti hatiku. Tetes demi tetes kumencoba untuk tidak mendengar nada sindirmu. Tetes demi tetes kualiri pipiku dengan barang berhargaku. Ya, air mata adalah segalanya untukku. Air mata adalah salah satu benda yang mahal dari organ tubuh. Bukankah aku harus menjaganya?

Tapi, bagaimana dengan keegoisanmu yang dengan perlahan membunuhmu? Bagaimana dengan hatiku yang ia sakiti? Bagaimana perasaanku? Bagaimana rasanya diacuhkan? Bagaimana rasanya diabaikan? Bagaimana rasanya disakiti? Bagaimana rasanya menjadi orang yang ia sindir?

Ya ALLAH...

Hati hamba ini sedang terluka.