Selasa, 27 Mei 2014

Keegoisan dan Kesempurnaan Seorang Individu

Individu memang bukan segalanya. Ada saatnya seorang yang individu memerlukan seorang teman. Memerlukan kelompok. Memerlukan kebersamaan. Memerlukan kekompakan. Dan yang lemah dari seorang individu adalah ia juga memerlukan kesempurnaan dalam teman, kelompok, kebersamaan, dan kekompakan. Kesempurnaan itu yang menghancurkan persahabatan.

Seorang individu adalah satu insan yang menganggap bahwa ia tidak membutuhkan orang lain. Ia selalu mengerjakan semuanya sendiri. Seorang individu bisa hilang kesempurnaan apabila ia memiliki orang terkasih dan terpercaya. Tapi, benarkah pendapatku ini? Benarkah pendapat seorang siswi SMA yang baru saja berumur 16 tahun yang bahkan tidak sepenuhnya mengetahui kesusahan dan kesakitannya hidup?

Aku hanya seorang individu yang menginginkan kesempurnaan, tapi aku tidak sempurna. Aku hanya seorang individu yang menginginkan seorang teman, bukan sahabat, yang bisa dipercaya dan dikasihi. Aku hanya seorang individu yang menangisi kesempurnaan dan keegoisanku temanku. Aku masih remaja yang menangisi keegoisan temanku. Aku mengasihimu yang menginginkan kesempurnaan dalam tugas yang sedang kita kerjakan.

Tetes demi tetes kulakukan selama dua kali untukmu. Tetes demi tetes kudengar kata-katamu yang menyakiti hatiku. Tetes demi tetes kumencoba untuk tidak mendengar nada sindirmu. Tetes demi tetes kualiri pipiku dengan barang berhargaku. Ya, air mata adalah segalanya untukku. Air mata adalah salah satu benda yang mahal dari organ tubuh. Bukankah aku harus menjaganya?

Tapi, bagaimana dengan keegoisanmu yang dengan perlahan membunuhmu? Bagaimana dengan hatiku yang ia sakiti? Bagaimana perasaanku? Bagaimana rasanya diacuhkan? Bagaimana rasanya diabaikan? Bagaimana rasanya disakiti? Bagaimana rasanya menjadi orang yang ia sindir?

Ya ALLAH...

Hati hamba ini sedang terluka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar