Sang Pelindung Bumi
Tahukah kalian apa yang mencegah sinar ultraviolet
Matahari tidak secara langsung menuju bumi? Tahukah kalian bawah lapisan yang
mencegah sinar ultraviolet ini mulai menipis? Tahukah kalian apa yang
menyebabkan lapisan yang mencegah atau bisa disebut melindugi bumi ini mulai
menipis? Tahukah kalian penyebab lapisan ini mulai menipis? Apa akibat dari
menipisnya lapisan ozon ini? Pertanyaan yang terpenting adalah apakah manusia
menyadari jika lapisan itu mulai menipis?
Ozon adalah gas yang dianggap beracun yang berada atau
bertumpu di bawah lapisan stratosfer di atas permukaan bumi. Ozon terdiri dari
tiga molekul oksigen dan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Ozon
dihasilkan dengan berbagai persenyawaan kimia, tetapi mekanisme utama
penghasilan dan perpidahan atmosfer adalah penyerapan tenaga surya ultraviolet
(UV) dari matahari. Penyerapan cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi akan
membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian sekitar 50 kilometer. Peristiwa
ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahu yang lalu, tetapi campuran
molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon
relatif stabil.
Pada tahun 2011, ditemukan sebuah
kasus yang mengatakan bahwa lapisan ozon ini mulai menipis pada daerah Kutub
Selatan. Kerusakan
lapisan ozon di Kutub Selatan mencapai luas sekitar 27 juta kilometer persegi.
Luas tersebut lebih besar dibandingkan Amerika Utara yang luasnya sekitar 25
juta kilometer persegi. Penipisan lapisan ozon ini disebut lubang ozon. Lubang
ozon tersebut menipis dengan konsentrasi lebih rendah dari 220 DU. Padahal
berdasarkan pengamatan ozon di Kutub Selatan tidak pernah lebih rendah dari 220
DU sejak 1979.
Namun, kasus penipisan lapisan ozon tidak hanya berada
di daerah Kutub Selatan. Bahkan berdasarkan data total ozon hasil pengukuran
satelit Nimbus pada Juni 2009, ada kecenderungan penurunan konsentrasi ozon
total di Indonesia sebesar 0,29 DU/tahun. Bahan-bahan kimia perusak lapisan
ozon ini terutama berasal dari jenis Chlorofluorocarbons (CFC) yang
digunakan dalam berbagai produk proses seperti lemari es, pendingin udara, dan
proses pembuatan busa lembut sebagai cairan pembersih. Bahan perusak lapisan
ozon banyak juga digunakan dalam industri alat pemadam kebakaran dan Metil
Bromida yang dipakai untuk bahan pestisida.
Indonesia melakukan berbagai macam pencegahan antara
lain menghentikan konsumsi BPO (Bahan Perusak Ozon) jenis Chlorofluorocarbon
(CFC), Metil Bromida, Halon, Carbon Tetra Chloride (CTC) dan methylchloroform
(TCA). Usaha ini dilakukan semenjak Desember 2007 melalui penetapan regulasi
dan kebijakan nasional, melakukan pengawasan impor BPO, kerjasama antara
instansi pemerintah, dunia usaha dan Perguruan Tinggi serta melakukan
sosialisasi dan upaya peningkatan kapasitas dari semua pihak.
Pencegahan lain yang dilakukan Indonesia adalah
melaksanakan HCFC Phase-out Management Plan (HPMP) atau Penghapusan Konsumsi
CFC. Upaya penghapusan CFC ini diimplentasikan secara bertahap mulai tahun 2013
sebagai masa pembekuan komsumsi.
Penipisan lapisan ozon banyak menimbulkan kasus dalam
kehidupan manusia padahal penipisan lapisan ozon juga disebabkan oleh manusia
sendiri. Salah satu penyebabnya adalah CFC. Kasus yang ditimbulkan pada
penipisan lapisan ozon adalah banyak volume kendaraan yang mengeluarkan gas
karbon monoksida sangat berakibat negatif pada lapisan ozon, pengundulan hutan
secara besar-besaran yang berakibat buruk pada kualitas udara di bumi,
penerimaan sinar ultra violet pada tanaman dapat memusnahkan hasil tanaman
utama dunia, radiasi penuh ini juga dapat mematikan anak-anak ikan, kepiting
dan udang di lautan, serta mengurangi jumlah plankton yang menjadi salah satu
sumber makanan kebanyakan hewan-hewan laut, kerusakan lapisan ozon juga
memiliki pengaruh langsung pada pemanasan bumi yang sering disebut sebagai
"efek rumah kaca" serta asap yang dihasilkan oleh pabrik juga amat
sangat berpengaruh dalam memperparah kerusakan lapisan ozon.
Akibat dari penipisan lapisan ozon dapat kita rasakan
sekarang. Meningkatnya penyakit kanker kulit dan katarak pada manusia, merusak
tanaman pangan tertentu, mempengaruhi plankton yang akan berakibat pada rantai
makanan di laut, dan meningkatnya karbondioksida (lihat pemanasan global)
akibat berkurangnya tanaman dan plankton. Sebaliknya, terlalu banyak ozon di
bagian bawah atmosfer membantu terjadinya kabut campur asap, yang berkaitan
dengan iritasi saluran pernapasan dan penyakit pernapasan akut bagi mereka yang
menderita masalah kardiopulmoner.
Lubang ozon di Antartika disebabkan oleh penipisan
lapisan ozon antara ketinggian tertentu seluruh Antartika pada musim semi.
Pembentukan ‘lubang’ tersebut terjadi setiap bulan September dan pulih ke
keadaan normal pada lewat musin semi atau awal musim panas. Dalam bulan Oktober
1987, 1989, 1990 dan 1991, lubang ozon yang luas telah dilacak di seluruh
Antartika dengan kenaikan 60% pengurangan ozon berbanding dengan permukaan
lubang pra-ozon. Pada bulan Oktober 1991, permukaan terendah atmosfer ozon yang
pernah dicatat telah terjadi di seluruh Antartika.
Sudah banyak pencegahan yang dilakukan oleh berbagai
belahan bumi untuk mengurangi penipisan lapisan ozon. Salah satunya adalah
mengurangi penggunaan CFC. Juga ada berbagai macam cara mengurangi penipisan
lapisan ozon di bumi antara lain kegiatan ramah ozon (ozone friendly)
harus dilaksanakan dan disosialisasikan untuk mengubah secara bertahap perilaku
manusianya. Upaya ini harus selalu menerapkan prinsip 4R (reduce, reuse,
recycle, replace/replant).
Solusi yang baik salah satunya adalah diperlukan
desain arsitektur yang dapat mendesain bangunan lebih baik sehingga udara segar
dapat masuk dengan leluasa ke dalam ruangan kantor atau kamar tidur sehingga
keperluan AC bisa dikurangi. Sesuaikan kapasitas AC dengan luas ruangan
sehingga lebih efektif.
Jadi, lindungilah bumi kita tercinta ini. Mencegah
lebih baik daripada mengobati. Hasil yang baik dan dapat dilakukan sekarang
untuk masa dimana generasi muda yang memimpin. Jika tidak mungkin saja bumi
akan sakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar