Kamis, 19 November 2015

Nuit Ténѐbres Chapitre 1 - Fanfic SasuSaku

oOo
Nuit ténѐbres…
—Kegelapan malam
oOo
Bunyi gemuruh terdengar semenjak satu jam yang lalu. Awan mendung dengan perlahan mulai bergerak untuk menutupi langit biru yang cerah. Ia memandang langit dan ia mengabaikan fakta jika ia mungkin saja akan kehujanan. Ia bersikeras tetap berjalan kaki menuju rumahnya. Buku yang semula ia turunkan, ia buka kembali dan mulai membaca sambil berjalan. Ini kebiasaannya semenjak ia sudah hafal jalan menuju rumahnya.
            TES… TES…
        Dua tetes air turun dan mengenai bukunya. Ia terdiam memandang tetesan air tersebut dan kemudian, ia menggerakkan tangan kirinya untuk menghapus tetesan air tersebut. Tetesan air hujan mulai turun semakin banyak. Ia pun segera menutup bukunya dan mendekapnya di dada agar tidak basah. Ia berlari mencari tempat berteduh terdekat. Tidak hanya ia yang berlari, beberapa pejalan kaki yang berjalan pun langsung mencari tempat teduh.
oOo
Il était une fois
—Pernah suatu ketika
oOo
           Tidak ada tempat yang tersisa. Semua tempat teduh sudah ramai oleh para pejalan kaki yang berlari cepat. Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar dan ia menemukan  sebuah halte tua dengan beberapa tumbuhan menjalar di tiang-tiang penopangnya. Kenapa tidak ada yang ke sana?, pikirnya. Tempat cukup lebar dengan atap yang sedikit berlubang diakibatkan dari perkaratan. Lebih baik aku ke sana saja, pikirnya.
            Ia berlari lebih kencang menuju halte tua tersebut dan berdiri di bawah atap yang tidak bocor. Ia yakin ia sudah cukup basah dan ini bisa mengakibatkan ia kedinginan. Ini menyebalkan, pikirnya. Ia bersandar pada tiang halter tua iu dan kembali fokus membaca buku yang dibacanya tanpa mempedulikan tatapan orang yang menatapnya dengan aneh.
            Apa yang dia pikirkan?
         Apa yang dia lakukan di halte angker itu? Pikiran orang-orang yang menatapnya aneh dapat dibaca melalui ekspresi wajah mereka. Apa dia normal?
        Ia mulai menyadari jika ia telah diperhatikan, namun ia menolehkan pandangan matanya ke tiang penopang sisi sampingnya. Ia menaikkan salah satu alinya dan memperhatikan pria itu dengan tatapananeh. Ia yakin jika pria itu yang memperhatikannya dari dekat, tapi kenapa malah jadi ia yang terlihat memperhatikan pria itu dan pria itu malah memandang awan? Ia menatap datar dan mengalihkan pandangannya dan kembali membaca bukunya. Ia tidak peduli. Ia mendengar suara terkekeh pelan. Ia berniat membalik lembar halaman selanjutnya, sebelum sebuah suara menginterupsinya.
           “Hey—Hei,”
           DEG
       Tangan berhenti. Niatnya untuk membalik halaman selanjutnya terhenti. Ia canggung dan ia yakin bukan ia yang dipanggil sehingga ia berusaha menormalkan gerak-geriknya dan membalik halaman selanjutnya. Ia lanjut membaca bukunya.
        “Hey, je parle de vous, fille éstrange aux cheveux—Hei, aku berbicara padamu, gadis berambut aneh,”
oOo
Je rêve d’une nuit froide
—Aku memimpikanmu di malam yang dingin
oOo
        Ia mengalihkan pandangan dari bukunya dan menatap pria di sampingnya dengan datar. Ia hanya diam, menunggu kalimat selanjutnya yang akan keluar dari mulut pria tak dikenal itu. Ia mengangkat alis kirinya dan berniat untuk kembali melanjutkan bacaannya, ia mengalihkan pandangannya menuju buku, sebelum—
            “Tidak bisakah kamu menanggapinya? Apa kamu tidak bisa berbicara?”
         Ia menghela nafas dan langsung menoleh dengan cepat. Ia menatap pria itu sinis. “Tidak bisakah Anda diam? Apakah Anda tidak bisa melihat?” balasnya sinis dan memperlihatkan bukunya.
            Pria itu terkekeh tiba-tiba. Jadi, tadi suara kekehannya, pikirnya. “Oh, ya… Et mes cheveux est pas étran—Dan rambutku tidak aneh.” Ia mengakhiri percakapannya.
            “Jika tidak aneh apa? Frappante?—Mencolok?” tanya pria itu lagi. Ia menoleh dengan cepat dan kembali menatapnya sinis. Tatapannya mengatakan bisakah-Anda-diam-? dan diacuhkan oleh pria itu.
            “Walaupun Anda menghina rambut saya, saya tidak akan mengganti warnanya. Aucun de vos cheveux—Rambutku bukan urusan Anda,” ia tersenyum sabar.
            “Je comprends—Aku mengerti,” pria itu tersenyum dan memperhatikannya.
oOo
Obscurité enveloppant à ce moment-
—Gelap yang menyelimutiku di kala itu
oOo
           Pria itu diam memperhatikannya dan ia pun balik memperhatikannya. Tidak ada kata-kata yang membuka kembali pembicaraan. Awalnya, ia hanya memperhatikan wajah dan tidak memfokuskan penglihatannya. Namun, entah bagaimana ia tiba-tiba terperangkap ke dalam bola mata hitam pria itu. Bola mata hitam yang indah, pikirnya.
          Mereka masih saling memandang dalam kesunyian, tidak berniat membuka pembicaraan karena mereka tahu jika mereka jatuh dalam pesona bola mata lawannya. Pesona yang kuat dan cantik.
oOo
Rappelle globes oculaires
—Mengingatkanku akan bola matamu
oOo
              Ia sadar dan berusaha memalingkan wajahnya sebelum berubah menjadi merah karena takut ketahuan jatuh dalam pesona pria itu. Ia berusaha mengatur detak jantung yang tidak normal. Ia tidak suka sensasi ini.
           “Hey, tes yeux sont magnifiques—Hei, matamu indah,” pria itu bersuara dan ia menoleh cepat, menatap kembali sepasangan onyx. Terisi kejenakaan di sana, pikirnya.
               Ia menatap datar pria di sampingnya. “Tidak bisakah Anda diam, Tuan—“
           “Sasuke. Uchiha Sasuke,” selanya sembari sedikit membungkukkan badan. Ia bingung. Kenapa ia memperkenalkan dirinya dengan gaya bangsawan Eropa?, pikirnya. “Et votre nom, mademoiselle?—Dan namamu, Nona?” tanya pria itu setelah kembali menegakkan badannya.
            “Kenapa saya harus memberitahukan nama saya, maître Uchiha—Tuan Uchiha?”
           “Sasuke. Appelez-moi du nom de ‘Sasuke’, dame éstrange aux cheveux —Panggil aku dengan nama Sasuke, nona berambut aneh,” pria itu tersenyum tipis.
            “Jangan menghina rambutku,” ia menatapnya sinis.
            “Aku tidak tahu harus memanggil apa. Kamu belum menyebut namamu, dame éstrange—“
            “Haruno Sakura,”
            Pria itu tersenyum lembut.
oOo
Vos formes clair
—Rupamu tidak jelas…
oOo
            “Sepenting itukah nama saya, maîtr—
            “Sasuke.”
            “Tapi—“
            “Sasuke.”
            “Bien—Baiklah,” Sakura menghelas nafas. Ini menyebalkan. Tidak bisakah orang ini pergi?, pikir Sakura.
            Sasuke terkekeh pelan dan kembali memperhatikan Sakura. “Aku tadi sudah bilang, kan? Matamu indah,” diam. “Aku jadi ingin mengambilnya,” dengan senyum psikopat, Sakura langsung merinding mendengar perkataannya.
            Tatapan Sakura langsung datar sedatarnya. “Aller en enfer là-bas!—Pergi ke neraka sana!” dan mengucapkannya dengan datar. Sakura langsung mengalihkan wajahnya dan kembali membaca buku. Sasuke langsung tertawa melihat reaksi Sakura. “Pas drôle—Tidak lucu.”
            “Pardon pardon—Maaf, maaf…” Sasuke masih berusaha mengontrol tawanya.
            “Suce—Menyebalkan,” suara Sakura memelan. Ia mengedarkan pandangannya dan melihat pandangan orang yang melihatnya dengan aneh. Ada apa?, pikirnya. Karena ia tidak peduli, ia pun memandang Sasuke yang berjarak dekat dengannya.
oOo
Mais par une nuit froide,
—Tapi, di malam yang dingin itu,
oOo
            “Apa yang kamu pikirkan, Sakura?” Sasuke menatapnya dengan jarak yang dekat. Bahu mereka bersentuhan. Bahu Sasuke terasa dingin, tapi entah mengapa Sakura merasa hangat. Ia merasa nyaman dan aman. Perasaan apa ini?, pikir Sakura.
            “Rien—Tidak ada. Hanya memikirkan Anda adalah orang yang sok kenal dan menyebalkan,” sinis Sakura dengan tatapan datar.
            Sasuke membalasnya dengan lebih datar dan dingin. “Itu namanya kamu berpikir. Dan… Jangan pakai bahasa formal,”
            “Kan itu pilihan saya,” Sakura mendongakkan kepalanya dan memperhatikan tetesan hujan yang mulai mereda. Hujan yang deras perlahan hilang dan digantikan dengan rintik-rintik kecil. Hujan deras membentuk genangan air di trotoar. Aroma hujan dan tanah bercampur dan Sakura menyukainya. Ia menyukai aroma ini. Aroma hujan, tanah, rumput yang saling bercampur, membuatnya segar.
            “Saya harus pergi, Sasuke. Permisi,” Sakura membungkuk sopan dan berjalan menjauhi halte bus yang sudah tua itu. Sasuke pun membalasnya dengan membungkuk juga.
            “Au revoir, Sakura—Sampai jumpa, Sakura,” suaranya memelan, terdengar lirih dan sedih. Sasuke masih melanjutkan ucapannya, tapi kalimat terakhir yang ia ucapkan tidak terdengar dengan jelas.
            Sakura mendengar ucapan perpisahan Sasuke, tapi ia tidak mendengar kalimat selanjutnya. Apa yang dia ucapkan?, pikirnya. Tapi, Sakura terus berlari berharap hujan tidak turun lagi dan menghalanginya. Sakura berlari dan menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak orang-orang yang memperhatikan sedari tadi dari tempat teduh tidak jauh darinya. Dari ia berlari menuju halte tua itu dan ketika ia berbicara sendiri. Yah, berbicara sendiri. Sakura tidak menyadarinya jika ia hanya sendiri di halte tua itu dan gerak-geriknya yang berbicara dengan orang lain masuk dalam penglihatan mereka padahal ia hanya sendiri.
            Sakura belum menyadarinya.
            Jika, Sasuke—pria yang baru dikenal—adalah sosok yang tidak dilihat oleh orang lain, kecuali
            Dirinya.
            “Aku merindukanmu, Sakura,”
oOo
Je me trouvais à un arrêt de bus vieux
—aku berdiri di sebuah halte bus tua

oOo

Minggu, 17 Agustus 2014

Puisi Tak Tersampaikan



http://38.media.tumblr.com/tumblr_ljryt6aDmg1qe0k16o1_500.jpg 
Dia...
Laki-laki yang kurindukan
Laki-laki yang kuperhatikan
Laki-laki yang kuyakin akan membalas perasaan ini
Laki-laki yang kuyakin mencintaiku
Laki-laki yang kucintai
 
                Apa yang tersisa?
                Apa yang tersisa dari perasaan tak tersampaikan ini?
                Apa yang tersisa dari kata-kata yang tak tersampaikan ini?
                Apa yang tersisa dari kalimat sendu nan indah yang tak tersampikan ini?
                Apa? Tahukah kalian?

Kurangkai kata demi kata...
Yang terangkai dalam kalimat sendu nan indah
Yang terangkai bagaikan rangkaian bunga cantik nan indah
Namun,
Ada kisah tak sampai diantara rangkaian itu
                                   
                                  Kisah yang terangkum dalam kalimat indah
                                  Kisah yang terangkum dalam kalimat sendu
                                  Kisah yang terangkum dalam bait-bait puisi
                                  Kisah yang terangkum indah menciptakan alunan puisi
                                  Kisah yang terangkum dalam bayangan puisi

Pernahkah dia melihatku?
Pernahkah dia membaca puisi yang tak tersampaikan ini?
Pernahkah?
Tidak...
Kisah yang telah dirajut ini...
                    
                    Tidak lain dan tidak bukan,
                    Hanyalah sebuah puisi yang tak tersampaikan

~ VDY ~

Rabu, 13 Agustus 2014

Tugas PPKn - Rangkuman Pengertian HAM, Sejarah HAM di Indonesia, dan Hakikat HAM

A. Pengertian Hak Asasi Manusia (Human Rights)

     Menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999, Hak Asasi Manusia (yang biasanya disingkat menjadi HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.


B. Sejarah Hak Asasi Manudia di Indonesia

     Pemahaman HAM di Indonesia sebagai tatanan nilai, norma, sikap yang hidup di masyarakat, dan acuan bertindak pada dasarnya berlangsung cukup lama. Secara garis besar, Prof. Bagir Manan pada buku Pekembangan Pemikiran dan Pengaturan HAM di Indonesia (2001), membagi perkembangan dan pemikiran HAM di Indonesia dalam dua periode, yaitu periode sebelum kemerdekaan (1908 - 1945) dan periode setelah kemerdekaan (1945 - sekarang).

          1. Periode sebelum kemerdekaan (1908 - 1945)
              a) Budi Oetomo dengan pemikirannya, "Hak kebebasan berserikat dan mengeluarkan 
                  pendapat."
              b) Perhimpunan Indonesia dengan pemikirannya, "Hak untuk menentukan nasib (the right of
                   self determination)."
              c) Sarekat Islam dengan pemikirannya, "Hak penghidupan yang layak dan bebas dari 
                  penindasan dan diskriminasi rasial."
              d) Partai Komunis Indonesia dengan pemikirannya, "Hak sosial dan berkaitan dengan 
                  alat-alat produksi."
              e) Indische Partij dengan oemikirannya, "Hak untuk mendapatkan kemerdekaan serta 
                  mendapatka perlakukan yang sama dan hak kemerdekaan."
              f) Partai Nasional Indonesia dengan pemikirannya yang lebih mengedepankan pada hak 
                  untuk memperoleh kemerdekaan.

          2. Periode setelah kemerdekaan (1945 - sekarang)
              1) Periode 1945 - 1950
                  a) Hak untuk merdeka (self determination).
                  b) Hak untuk kebebasan berserikat melalui organisasi politik yang didirikan.
                  c) Hak untuk menyatakan pendapat terutama di parlemen.
              2) Periode 1950 - 1959
                  Pemikiran HAM dalam periode ini lebih menekankan pada semangat demokrasi liberal 
                  yang berintikan kebebasan individu.
              3) Periode 1959 - 1966
                  Pada periode ini, pemikiran HAM tidak mendapat ruang kebebasan dari pemerintah, yaitu 
                  hak sipil, seperti hak untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pikiran dengan 
                  tulisan.
              4) Periode 1966 - 1998
                  a) Tahun 1967, berusaha melindungi kebebasan antar manusia yang ditandai dengan 
                      adanya hak uji materiil yang diberikan kepada Mahkamah Agung (MA).
                  b) Tahun 1970 - 1980, pemerintah melakukan pemasungan HAM dengan sikap defensive 
                       (bertahan), represif (kekerasan) yang dicerminkan dengan produk hukum yang bersifat 
                       restriktif (membatasi) terhadap HAM.
                  c) Tahun 1990-an, pemikiran HAM tidak lagi hanya bersifat wacana saja melainkan 
                      sudah dibentuk lembaga penegakan HAM.
             5) Periode 1998 - sekarang
                 HAM mendapat perhatian resmi dari pemerintah dengan melakukan amandemen Undang-
                 Undang Dasar 1945 guna menjamin HAM dan menetapkan Undang-Undang Nomor 39
                 Tahun 1999 tentang hak asasi manusia. Artinya, bahwa pemerintah memberi perlindungan 
                 yang signifikan terhadap kebebasan HAM dalam semua aspek, yaitu aspek hak politik, 
                 sosial, ekonomi, budaya, keamanan, hukum, dan pemerintah.


C. Hakikat Hak Asasi Manusia

       1) HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara
           otomatis.
       2) HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, 
           pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.
       3) HAM tidak bisa dilanggar, tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar
           hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM apabila sebuah negara membuat hukum yang
           tidak melindungi atau melanggar HAM.

Sabtu, 02 Agustus 2014

Tugas Liburan Sekolah

Lebaran, Tapi Tak Lebaran


Apa yang kalian lakukan pada saat persiapan lebaran pada hari esok? Apakah kalian melakukan persiapan atau malah pergi keluar untuk membeli pakaian baru yang akan digunakan esok harinya? Apa yang kalian lakukan tepat pada saat malam menjelang lebaran? 

Ah, bagaimana dengan keesokkan harinya? Apa yang kalian lakukan saat lebaran? Tentu saja, melaksanakan sholat Id, kan? Bersama siapa kalian pergi ketika melaksanakan sholat Id? Baiklah, terlalu banyak pertanyaan yang tidak akan kalian sanggup menjawabnya. Tidakkah kalian penasaran dengan kegiatan yang saya lakukan saat lebaran? Sepertinya, tidak. Namun, sebagaimana yang dituliskan, saya akan menceritakan sedikit kegiatan saya mengenai lebaran, tapi tidak lebaran.
 
Hal pertama yang terpikir dari kegiatan lebaran adalah pakaian baru. Seperti halnya orang lain, saya juga membeli pakaian baru yang akan juga dipakai di asrama. Sedikit menyebalkan, menurut saya. Saya menghela nafas ketika memikirkan kemungkinan itu. Saya tidak suka dengan sesuatu yang berlebihan, terutama yang akan saya kenakan saat lebaran. Jadi, saya hanya membeli pakaian kemeja dan kaos yang berkerah. Well, sepertinya saya cukup memiliki sifat laki-laki.

Hal kedua yang terpikir adalah makanan yang tersaji saat lebaran. Well, ini seharusnya menempati posisi pertama untuk hal yang dipikirkan. Tapi, apa guna? Kebanyakan orang memikirkan pakaian yang akan digunakan. Ketupat dan buras ditemani dengan opor ayam? Entah kenapa, saya yakin di setiap rumah yang merayakan lebaran pastilah ada tiga komponen makanan ini.
 
Tapi, berbeda dengan rumah saya. Lebaran dua tahun lalu, Ibu saya membuat bebek goreng sambel hijau. Tidakkah itu enak walaupun ada rasa pedas? Lebaran satu tahun lalu, Ibu saya membuat udang rica-rica. Pedas, tapi nikmat untuk dimakan. Bahkan, tante saya sampai menyukai bumbunya. Lebaran tahun ini, tidak ada yang dilakukan. Well, walaupun Ibu saya tetap memasak, tapi untuk dimakan sendiri.

Karena itulah, saya memberi judul cerita ini adalah lebaran, tapi tidak lebaran. Ah, menyedihkannya. Bagaimana perasaan Anda ketika hari dimana Anda seharusnya menghabiskan waktu bersama keluarga malah menjadi hari dimana menunggu Ibu pulang kerja? Well, cukup menyedihkan. Namun, sebagaimana orang lain. Ibu saya memiliki tanggung jawab.

Lebaran pertama Ibu ada di rumah. Lebaran kedua Ibu ada di kantor. Lebaran ketiga Ibu ada di rumah. Namun, hari keempat dan seterusnya hingga hari Minggu dimana saya akan kembali ke asrama Ibu bekerja. Sebenarnya, saya cukup sedih. Namun, apa daya Ibu saya bekerja untuk mendapatkan uang yang dimana suatu hari akan dipakai untuk keperluan masa depan, bukan? Apa hak saya melarang Ibu saya bekerja? Itu adalah tanggung jawabnya.

Bahkan ketika saya menghabiskan masa liburan satu bulan saya, Ibu selalu pulang malam. Kegiatan saya di rumah pun, hanya sekedar menunggu waktu berbuka puasa dan mengurusi adik saya. Jadi, sebenarnya apa yang menganggu saya? Apa kalian menyadarinya? Menyadari apa yang menganggu saya? Tidakkah kalian menyadarinya?

            Saya merindukan Ibu saya.
            Sebagai anak, saya merindukan dan mencintai Ibu saya.

Yap, hanya ini yang mampu saya cerita dari hasil liburan saya. Salam.

Senin, 23 Juni 2014

Change of Seasons as Walking Life I - Spring

Percayakah diri Anda ketika musim datang silih berganti seperti kehidupan yang terus berjalan tanpa kehadiran orang terkasih? Percayakah diri Anda ketika salah satu musim membuat hati Anda bermekaran? Percayakah diri Anda ketika salah satu musim membuat hati Anda menghangat? Percayakah diri Anda ketika salah satu musim membuat guguran-guguran tak kasat mata? Dan percayakah diri Anda ketika salah satu musim membuat hati Anda merasakan sakit dan dingin secara bersamaan? Percayakah?

Musim semi. Apa yang akan Anda pikirkan tentang musim ini?

Musim ini begitu banyak yang menyukai kehadiran musim satu ini. Ketika semua bunga-bunga dan daun-daun bermekaran. Ketika semerbak harum bunga-bunga yang mengubarkan keharumannya yang menggoda para lebah yang berterbangan. Ketika pohon-pohon yang tak memiliki daun karena kedinginan, akhirnya berdaun. Ketika rasa di hati turut dalam meramaikan bunga-bunga yang bermekaran.

Apa yang Anda pikirkan?
Perasaan cintakah? Perasaan saling mengasihikah? Ataukah perasaan sakit?

Tahukah Anda bahwa begitu banyak dibelahan bumi sana, ada yang mengalami rasa sakit walaupun musim semi telah datang? Tahukah Anda di setiap musim semi datang ada yang merasa kehilangan? Tahukah Anda? Tahukah musim semi bahwa ia datang di saat yang tidak tepat? Tahukah musim semi bahwa di belahan bumi sana, ada yang menderita? Tidak, musim semi tidak akan mengetahuinya. Karena ia mengalami pergantian yang sudah memiliki waktu ia akan datang. Ia, musim semi telah ditakdirkan pada saat seharusnya ia datang.

Karena musim semi hanya berjalan seperti kehidupan yang berjalan.

Minggu, 22 Juni 2014

Tugas Sekolah sebelum Pembagian KHS


Sang Pelindung Bumi

Tahukah kalian apa yang mencegah sinar ultraviolet Matahari tidak secara langsung menuju bumi? Tahukah kalian bawah lapisan yang mencegah sinar ultraviolet ini mulai menipis? Tahukah kalian apa yang menyebabkan lapisan yang mencegah atau bisa disebut melindugi bumi ini mulai menipis? Tahukah kalian penyebab lapisan ini mulai menipis? Apa akibat dari menipisnya lapisan ozon ini? Pertanyaan yang terpenting adalah apakah manusia menyadari jika lapisan itu mulai menipis?

Ozon adalah gas yang dianggap beracun yang berada atau bertumpu di bawah lapisan stratosfer di atas permukaan bumi. Ozon terdiri dari tiga molekul oksigen dan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Ozon dihasilkan dengan berbagai persenyawaan kimia, tetapi mekanisme utama penghasilan dan perpidahan atmosfer adalah penyerapan tenaga surya ultraviolet (UV) dari matahari. Penyerapan cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi akan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian sekitar 50 kilometer. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahu yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon relatif stabil.

Pada tahun 2011, ditemukan sebuah kasus yang mengatakan bahwa lapisan ozon ini mulai menipis pada daerah Kutub Selatan. Kerusakan lapisan ozon di Kutub Selatan mencapai luas sekitar 27 juta kilometer persegi. Luas tersebut lebih besar dibandingkan Amerika Utara yang luasnya sekitar 25 juta kilometer persegi. Penipisan lapisan ozon ini disebut lubang ozon. Lubang ozon tersebut menipis dengan konsentrasi lebih rendah dari 220 DU. Padahal berdasarkan pengamatan ozon di Kutub Selatan tidak pernah lebih rendah dari 220 DU sejak 1979.

Namun, kasus penipisan lapisan ozon tidak hanya berada di daerah Kutub Selatan. Bahkan berdasarkan data total ozon hasil pengukuran satelit Nimbus pada Juni 2009, ada kecenderungan penurunan konsentrasi ozon total di Indonesia sebesar 0,29 DU/tahun. Bahan-bahan kimia perusak lapisan ozon ini terutama berasal dari jenis Chlorofluorocarbons (CFC) yang digunakan dalam berbagai produk proses seperti lemari es, pendingin udara, dan proses pembuatan busa lembut sebagai cairan pembersih. Bahan perusak lapisan ozon banyak juga digunakan dalam industri alat pemadam kebakaran dan Metil Bromida yang dipakai untuk bahan pestisida.

Indonesia melakukan berbagai macam pencegahan antara lain menghentikan konsumsi BPO (Bahan Perusak Ozon) jenis Chlorofluorocarbon (CFC), Metil Bromida, Halon, Carbon Tetra Chloride (CTC) dan methylchloroform (TCA). Usaha ini dilakukan semenjak Desember 2007 melalui penetapan regulasi dan kebijakan nasional, melakukan pengawasan impor BPO, kerjasama antara instansi pemerintah, dunia usaha dan Perguruan Tinggi serta melakukan sosialisasi dan upaya peningkatan kapasitas dari semua pihak.

Pencegahan lain yang dilakukan Indonesia adalah melaksanakan HCFC Phase-out Management Plan (HPMP) atau Penghapusan Konsumsi CFC. Upaya penghapusan CFC ini diimplentasikan secara bertahap mulai tahun 2013 sebagai masa pembekuan komsumsi.

Penipisan lapisan ozon banyak menimbulkan kasus dalam kehidupan manusia padahal penipisan lapisan ozon juga disebabkan oleh manusia sendiri. Salah satu penyebabnya adalah CFC. Kasus yang ditimbulkan pada penipisan lapisan ozon adalah banyak volume kendaraan yang mengeluarkan gas karbon monoksida sangat berakibat negatif pada lapisan ozon, pengundulan hutan secara besar-besaran yang berakibat buruk pada kualitas udara di bumi, penerimaan sinar ultra violet pada tanaman dapat memusnahkan hasil tanaman utama dunia, radiasi penuh ini juga dapat mematikan anak-anak ikan, kepiting dan udang di lautan, serta mengurangi jumlah plankton yang menjadi salah satu sumber makanan kebanyakan hewan-hewan laut, kerusakan lapisan ozon juga memiliki pengaruh langsung pada pemanasan bumi yang sering disebut sebagai "efek rumah kaca" serta asap yang dihasilkan oleh pabrik juga amat sangat berpengaruh dalam memperparah kerusakan lapisan ozon.

Akibat dari penipisan lapisan ozon dapat kita rasakan sekarang. Meningkatnya penyakit kanker kulit dan katarak pada manusia, merusak tanaman pangan tertentu, mempengaruhi plankton yang akan berakibat pada rantai makanan di laut, dan meningkatnya karbondioksida (lihat pemanasan global) akibat berkurangnya tanaman dan plankton. Sebaliknya, terlalu banyak ozon di bagian bawah atmosfer membantu terjadinya kabut campur asap, yang berkaitan dengan iritasi saluran pernapasan dan penyakit pernapasan akut bagi mereka yang menderita masalah kardiopulmoner.

Lubang ozon di Antartika disebabkan oleh penipisan lapisan ozon antara ketinggian tertentu seluruh Antartika pada musim semi. Pembentukan ‘lubang’ tersebut terjadi setiap bulan September dan pulih ke keadaan normal pada lewat musin semi atau awal musim panas. Dalam bulan Oktober 1987, 1989, 1990 dan 1991, lubang ozon yang luas telah dilacak di seluruh Antartika dengan kenaikan 60% pengurangan ozon berbanding dengan permukaan lubang pra-ozon. Pada bulan Oktober 1991, permukaan terendah atmosfer ozon yang pernah dicatat telah terjadi di seluruh Antartika.

Sudah banyak pencegahan yang dilakukan oleh berbagai belahan bumi untuk mengurangi penipisan lapisan ozon. Salah satunya adalah mengurangi penggunaan CFC. Juga ada berbagai macam cara mengurangi penipisan lapisan ozon di bumi antara lain kegiatan ramah ozon (ozone friendly) harus dilaksanakan dan disosialisasikan untuk mengubah secara bertahap perilaku manusianya. Upaya ini harus selalu menerapkan prinsip 4R (reduce, reuse, recycle, replace/replant).

Solusi yang baik salah satunya adalah diperlukan desain arsitektur yang dapat mendesain bangunan lebih baik sehingga udara segar dapat masuk dengan leluasa ke dalam ruangan kantor atau kamar tidur sehingga keperluan AC bisa dikurangi. Sesuaikan kapasitas AC dengan luas ruangan sehingga lebih efektif.

Jadi, lindungilah bumi kita tercinta ini. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Hasil yang baik dan dapat dilakukan sekarang untuk masa dimana generasi muda yang memimpin. Jika tidak mungkin saja bumi akan sakit.