Siapa aku?
Apa yang sudah kulakukan?
Suara itu adalah suara kebimbangan.
Apa yang kulakukan untuk hidup hingga saat ini? Apa aku sudah menjadi 'orang'? Apa aku sedang dalam pelarian tiada henti? Apa aku sudah membahagiakan orang yang kusayangi? Apa aku sudah membuat mereka bangga? Apa aku sudah menentukan pilihan yang akan aku ambil? Apa aku sudah memikirkan masa depanku? Apa yang harus kulakukan untuk sekarang? Belajarkah? Bermainkah? Atau... apa?
"Aku akan menjadi dokter," itulah adalah jawaban tentang cita-citaku ketika aku masih di Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama. Bagaimana dengan sekarang? Bagaimana? Inilah suara kebimbangan yang menghantuiku semenjak aku aktif menggambar design-design pakaian.
Awalnya, aku sudah mulai ragu akan cita-citaku. Aku sudah mulai menyadari ketika kelas 2 SMP. Saat itu, aku mulai menyukai hal yang berbau dengan sketch book dan wedding dress. Wedding dress, benar-benar dress yang sangat indah. Tangan-tangan designer terkenal membuat, tidak, mereka menyihir kain-kain yang berukuran panjang dan menyihirnya menjadi pakaian-pakaian indah yang luar biasa.
Jadi, siapa aku?
Apa aku bisa ke masa depan dan melihat siapa aku di masa depan? Apa aku sudah membanggakan kedua orangtuaku? Apa aku sudah menjadi dokter? Ataukah aku menjadi designer pakaian?
Bulan November adalah puncak segalanya aku memikirkan cita-citaku. Beberapa bulan sebelumnya aku sudah menciptakan gambaran-gambaran pakaian yang akan kubuat suatu saat nanti. Namun, kegiatan itu terhenti ketika aku memikirkan cita-citaku dulu. Dokter. Sampai sekarang kata-kata itu masih menggema dalam sanubariku.
Suara kebimbangan ini merusak cita-citaku dulu. Suara kebimbangan ini memenuhi kepalaku. Suara kebimbangan ini merusak pikiranku. Suara kebimbangan ini mulai mengambil alih kepercayaan diriku. Suara kebimbangan ini, sampai kapan ada di dalam otakku?
Apa yang harus kulakukan? Apa?
Aku berharap, aku dapat menentukan sebuah pilihan dalam 2 tahun yang tersisa di masa SMA ini.
"Satu pilihan akan merubah masa depanmu."
"Satu pilihan akan mengubahmu."